Cegah Pernikahan Dini, Remaja Desa Purorejo Diajak Berdaya Bersama koordinator Kantor KB Tempursari
- May 07, 2026
- IMAM MUZANI
Purorejo, 7 Mei 2026
Masa depan generasi muda menjadi fokus utama dalam pembangunan Desa Purorejo. Sebagai langkah konkret mencegah pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah, Pemerintah Desa Purorejo menggelar sosialisasi khusus bagi remaja di Dusun Pasirejo pada Kamis (7/5/2026) sore.
Kegiatan yang bertempat di balai dusun Pasirejo ini menghadirkan narasumber berkompeten, Bapak Arif Susanto, selaku Koordinator Kantor Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Tempursari. Kehadiran beliau disambut antusias oleh puluhan remaja putra dan putri Desa Purorejo yang menjadi sasaran utama program ini.
Acara ini terselenggara berkat sinergi kuat antara pemerintah desa dan komunitas lokal. Para remaja difasilitasi langsung oleh Kader KB Desa Purorejo yang aktif mendata dan mengajak peserta, serta didukung penuh oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Purorejo. Dukungan TP PKK memastikan bahwa pendekatan kepada remaja dilakukan dengan cara yang kekeluargaan dan mudah diterima.
Dalam paparannya, Arif Susanto menekankan bahaya dan dampak negatif pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan reproduksi, psikologis, maupun peluang pendidikan. "Menikah di usia terlalu muda berisiko tinggi bagi kesehatan ibu dan anak, serta sering kali memutus akses pendidikan dan kesempatan berkarya bagi para remaja. Kalian adalah aset desa, jangan sampai masa depan kalian terhenti hanya karena keputusan yang belum matang," tegas Arif di hadapan para remaja.
Selain penyuluhan, sesi ini juga diisi dengan diskusi interaktif. Para remaja diberi ruang untuk bertanya seputar kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, dan cara menolak tekanan sosial untuk menikah muda. Kader KB Desa Purorejo juga membagikan materi edukasi dan informasi mengenai layanan konseling bagi remaja yang membutuhkan.
Ketua TP PKK Desa Purorejo menyatakan kebanggaannya atas partisipasi remaja Desa Purorejo. "Kami berharap melalui sosialisasi ini, remaja kita semakin sadar akan pentingnya menunda pernikahan hingga mencapai kesiapan fisik, mental, dan ekonomi. Peran kader KB dan PKK akan terus berlanjut untuk mendampingi mereka," ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama para remaja Desa Purorejo untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan pesan pencegahan pernikahan dini kepada teman sebaya. Dengan adanya kolaborasi antara Kantor KB Tempursari, Kader KB, dan TP PKK, Desa Purorejo optimis dapat menekan angka pernikahan dini dan mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap membangun desa.