Kunjungan Rutin Perawat Desa bersama kadernya serta dari PKM kesling Bu Nimas Tirta Bantu Bu Sanusi Atasi Diabetes Selama Setahun

  • Dec 08, 2025
  • IMAM MUZANI

Purorejo, 8 Desember 2025

Bu Sanusi, warga RT 02/03 Desa Purorejo, telah hidup dengan penyakit kencing manis (diabetes mellitus) selama satu tahun terakhir. Karena tidak ada anggota keluarga yang dapat mengantarnya ke Puskesmas terdekat, perawatan dilakukan di rumah. Situasi semakin menantang karena putrinya, Bu Ani (32 tahun), memiliki disabilitas fisik yang membuatnya sulit membantu dalam aktivitas sehari‑hari.

 

Setiap kali Bu Sanusi tidak ada di rumah, kami selalu mencari keberadaannya. Ia sering keluar untuk mengambil obat atau sekadar berjalan‑jalan di sekitar rumah, padahal kondisinya tidak memungkinkan,” kata Bu Evi Agustin Perawat desa Purorejo, beserta Kesling dari PKM Bu Nimas Tirta saat ditemui di rumah Bu Sanusi pada Selasa pagi.

 

Menyadari keterbatasan akses layanan kesehatan, Pemerintah Desa Purorejo mengaktifkan program pelayanan kesehatan berbasis rumah. perawat desa, Bu Evi , kini melakukan kunjungan rumah dua kali dalam satu minggu, untuk memantau gula darah, memberikan obat, serta memberi edukasi perawatan diri.

 

Diabetes memerlukan pemantauan rutin. Dengan kunjungan dua kali dalam seminggu, kami dapat memastikan kadar gula darah tetap stabil dan mencegah komplikasi,” ujar Bu Evi. Ia menambahkan bahwa selain pemeriksaan fisik, rutin memberikan konseling nutrisi kepada Bu Sanusi dan keluarganya.

 

Kepala Desa Purorejo, Nanang Wahyudi, menegaskan komitmen desa dalam mendukung warganya yang memiliki kebutuhan khusus. “Kami memiliki program ‘Kesehatan di Pintu Rumah’ yang melibatkan tenaga kesehatan desa. Bu Sanusi adalah contoh nyata bagaimana layanan ini dapat mengurangi beban keluarga dan meningkatkan kualitas hidup,” katanya.

 

Bu Sanusi mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran perawat dan Kesling serta kader GBM “Dulu saya takut karena tidak ada yang mengantar ke puskesmas. Sekarang mereka datang 2 x seminggu, mengecek gula, memberi obat, dan mengobrol. Saya merasa diperhatikan,” ungkapnya dengan senyum.

 

Program kunjungan rumah ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa‑desa lain di Kabupaten Lumajang, terutama bagi warga yang mengalami kesulitan mobilitas atau tidak memiliki pendamping perawatan. Dengan dukungan tenaga kesehatan setempat, harapan untuk mengontrol penyakit kronis seperti diabetes di tingkat desa menjadi semakin realistis