Sentuhan Humanis di Umbulrejo: Bidan dan Perawat Desa Purorejo Kunjungi Lansia Resiko Tinggi ( Resti )
- May 26, 2026
- IMAM MUZANI
Purorejo, 26 Mei 2026
Pelayanan kesehatan di Desa Purorejo tidak hanya berhenti di Puskesmas atau Posyandu, tetapi juga menjangkau langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan perhatian khusus. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan tim kesehatan desa ke kediaman Bapak Parni (63 tahunan), seorang lansia di RT 01 RW 01, Dusun Umbulrejo, yang telah mengalami kelumpuhan selama kurang lebih enam tahun terakhir.
Kunjungan penuh empati ini dilakukan oleh Bidan Desa, Rofiqoh Fitri, dan Perawat Desa, Evi Agustin. Mereka didampingi langsung oleh Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Purorejo, Zekha Agus Setiawan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga Ibu Poninten Istri Bapak Parni yang selalu merawatnya dan menemani, dengan penuh kesabaran meski dengan keterbatasan fasilitas.
Dalam kunjungannya, Bidan Rofiqoh dan Perawat Evi melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap kondisi fisik Bapak Parni. Mereka memeriksa tekanan darah, kebersihan luka (akibat tirah baring lama), serta memberikan edukasi kepada keluarga tentang cara perawatan pasien lumpuh agar terhindar dari komplikasi seperti luka tekan (bedsores) dan infeksi saluran kemih.
"Bapak Parni ini sudah enam tahun lumpuh. Tantangan utamanya adalah menjaga kebersihan tubuh dan mencegah otot menjadi kaku. Kami mengajarkan teknik pijatan ringan dan posisi tidur yang berganti-ganti kepada keluarganya," jelas Bidan Rofiqoh Fitri usai pemeriksaan.
Sementara itu, Kasi Kesra Zekha Agus Setiawan hadir untuk memastikan bahwa warga rentan seperti Bapak Parni tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah desa. Ia mendengarkan keluhan keluarga terkait kebutuhan dasar dan potensi bantuan sosial yang mungkin bisa diakses.
"Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian desa bahwa tidak ada warga yang terlupakan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Kami ingin memastikan Ibu Parni mendapat layanan kesehatan yang layak meski tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan," ujar Zekha.
Keluarga Ibu Poninten mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kunjungan tersebut. "Alhamdulillah, sudah lama tidak ada tenaga medis yang mengecek kondisi Bapak Parni secara langsung di rumah. Kami jadi lebih tenang dan tahu cara merawatnya dengan benar," kata Poninten istri Bapak Parni.
Program kunjungan rumah (home care) bagi lansia dan warga dengan disabilitas ini akan terus dilanjutkan oleh Pemerintah Desa Purorejo sebagai bagian dari komitmen mewujudkan desa yang sehat, peduli, dan inklusif. Sinergi antara tenaga kesehatan dan perangkat desa diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga yang paling rentan di masyarakat.