Kunjungan Rutin Perawat Desa dan Kader Gerbang Mas Bantu Narwiyah yang Sakit Selama 3 Tahun
- Dec 09, 2025
- IMAM MUZANI
Purorejo, 9 Desember 2025
Narwiyah warga RT 02/RW 03 Dusun Purorejo, masih berjuang melawan penyakit yang telah mengikatnya selama tiga tahun. Cerita penderitaannya dimulai dari sebuah jatuh yang menyebabkan cedera pada tulang ekornya sehingga ia tidak dapat berjalan. Keluarga sempat membawanya ke rumah sakit dan mencari pengobatan alternatif, namun hingga kini belum ada tanda‑tanda kesembuhan.
Dua minggu terakhir, kondisi Narwiyah semakin memburuk. Ia mengalami penurunan mobilitas yang signifikan dan, sebagai komplikasi, terdiagnosis diabetes. “Saya merasa semakin lemah, kaki tidak kuat lagi dan gula darah saya naik turun tanpa kontrol,” ujar Narwiya dengan suara serak.
Menyadari keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah terpencil, Pemerintah Desa Purorejo melalui Perawat Desa Evi Agustin serta kader Gerbang Mas setempat meningkatkan upaya pelayanan maksimal. Evi Agustin kini melakukan kunjungan rumah untuk memantau kondisi fisik, mengatur pengobatan, serta memberikan edukasi perawatan diri.
“Setiap kali kami datang, kami memeriksa tekanan darah, gula darah, serta kondisinya. Kami juga membantu mengatur pola makan yang sesuai untuk diabetes,” kata Evi Agustin. Ia menambahkan bahwa kader Gerbang Mas turut membantu menyiapkan makanan bergizi dan mengantar obat-obatan dari ponkesdes .
Kader Gerbang Mas, yang selama ini menjadi jembatan antara warga dan fasilitas kesehatan, menyatakan komitmennya. “Kami hadir setiap hari untuk memastikan Narwiyah mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Kehadiran kami bukan hanya soal mengantar obat, tapi juga memberi semangat dan mengawasi kondisi kesehatannya,” ujar salah satu kader, Bu Paini.
Kepala Desa Purorejo, Nanang Wahyudi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di rumah merupakan bagian dari program ‘Kesehatan di Pintu Rumah’ yang digagas tahun lalu. “Kami tidak ingin ada warga yang terpinggirkan karena keterbatasan mobilitas atau biaya. Dengan dukungan perawat desa, kader, dan partisipasi aktif warga, kita bisa menjaga kesehatan masyarakat di tingkat paling bawah,” katanya.
Narwiyah mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, berkat kunjungan rutin Bu Evi dan bantuan kader, saya merasa tidak sendirian. Mereka selalu mengecek kondisi saya, memberi obat, dan menghibur. Semoga ke depannya saya bisa berjalan kembali,” harapnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat menstabilkan kondisi Narwiya, mengontrol gula darahnya, serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Pemerintah desa berencana memperluas program serupa ke rumah‑rumah lain yang membutuhkan, sebagai upaya menurunkan angka kesakitan kronis di wilayah Purorejo.