Loka Karya Mini Lintas Sektor di UPTD Puskesmas Tempursari

  • Dec 11, 2025
  • IMAM MUZANI

Purorejo, 11 Desember 2025 

Loka karya mini yang digelar di UPTD Puskesmas Tempursari pagi ini mengumpulkan perwakilan lintas sektor, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimca) dan seluruh kepala desa se‑Kecamatan Tempursari. Acara yang berlangsung selama tiga jam ini difokuskan pada program kesehatan, khususnya penanggulangan penyakit menular tuberkulosis (TBC).

 

*Sambutan Camat Tempursari – Arif Mustofa*

Camat Arif Mustofa membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya kolaborasi antar‑instansi untuk meningkatkan deteksi dini dan pengobatan TBC di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa program kesehatan yang terintegrasi akan memperkuat upaya pencegahan, terutama melalui peningkatan peran desa dalam edukasi masyarakat dan pelaporan kasus.

 

*Sambutan dr. Rozi – Kepala Puskesmas Tempursari*

Dokter Rozi memaparkan empat pokok bahasan utama:

 

1. Surveilans dan Kesehatan Lingkungan* – Sistem surveilans TBC di Tempursari telah diperkuat dengan penggunaan aplikasi digital yang memungkinkan pelaporan kasus secara real‑time dari tiap desa.

2. *Capaian Program Prioritas* – Selama enam bulan terakhir, tingkat penemuan kasus TBC meningkat 18 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara tingkat pengobatan selesai (treatment completion rate) mencapai 92 %.

3. *Hasil Kegiatan di Lapangan* – Tim kesehatan desa bersama kader Posyandu telah melakukan skrining aktif di 7 desa, menemukan 45 kasus baru dan memulai terapi pada 42 di antaranya.

4. *Analisis dan Kendala* – Dr. Rozi menjelaskan bahwa masih terdapat tantangan dalam akses ke daerah terpencil, keterbatasan tenaga laboratorium, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara sukarela.

 

*Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL)*

Setelah pemaparan, para peserta melakukan sesi diskusi terbuka. Beberapa isu yang muncul antara lain:

Sosialisasi di tiap RW agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga.

Dari hasil diskusi, disepakati beberapa langkah konkret:

 

Menyelenggarakan kampanye edukasi rumah‑ke‑rumah dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh Masyarakat. 

 

Loka karya mini ditutup dengan harapan bahwa sinergi antara camat, puskesmas, kepala desa, dan seluruh stakeholder dapat mempercepat penurunan angka TBC di Kecamatan Tempursari. Pihak puskesmas berjanji akan menyampaikan laporan bulanan kepada Forkompimca dan kepala desa sebagai bahan evaluasi selanjutnya