“nasi tiwul lauk ikan laut” sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan melestarikan warisan kuliner lokal.
- Dec 04, 2025
- IMAM MUZANI
Purorejo, 4 Desember 2025
Kegiatan yang dimulai pada awal berdirinya Desa Purorejo tahun 1972 ini berlangsung di rumah warga di tiap Lingkungan RT. Setiap keluarga kebagian tempat untuk menyiapkan tempat dan hidangan tanpa ada perintah terkait menu kayak menu wajib setiap pertemuan rutinitas selalu dihidangkan dengan nasi tiwul ( dari Pohong yang dimasak dengan cara tradisional ) serta lauk ikan laut segar. Menu tersebut kemudian disajikan dalam satu wadah bersama, sehingga warga dapat makan bersama sambil berdiskusi membahas tentang keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kepala Desa Purorejo, Nanang Wahyudi, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan. “Malam Jumat dipilih karena sudah menjadi waktu istirahat bagi kebanyakan orang serta dianggap hari yang paling istimewa dengan hari yang lain di tambahkan acara keagamaan Dengan menyajikan makanan khas, kami berharap silaturahmi antar‑warga semakin kuat dan nilai gizi masyarakat terjaga,” ujarnya.
Ketua RT 01, RW.01 Dusun Umbulrejo Mesdi. menyatakan antusiasmenya. “Setiap malam Jumat , kami berkumpul, selain pembacaan surat Yasin, Tahlil dan doa untuk para leluhur sekaligus menyelesaikan urusan Lingkungan. Diakhir dengan makan bersama. Nasi tiwul memang makanan yang sederhana, tapi rasanya mengingatkan pada masa kecil. Ikan laut menambah protein, jadi makan malam menjadi lebih seimbang, katanya.
Program ini telah mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, yang melihatnya sebagai potensi promosi kuliner tradisional. “Jika kebiasaan ini terus dipertahankan, tidak menutup kemungkinan nanti akan menjadi daya tarik wisata kuliner desa,”
Pelaksanaan acara setiap malam Jumat di seluruh lingkungan RT di Desa Purorejo kini menjadi rutinitas yang dinantikan. Dengan menu wajib nasi tiwul lauk ikan laut, warga tidak hanya menikmati hidangan lezat, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan menjaga warisan budaya lokal.