Pekerjaan 30 Hari Penyudetan Aliran Sungai Glidik DiPasirejo Jebol hanya dalam waktu Semalam! Tanggul Darurat Terancam
- May 15, 2026
- IMAM MUZANI
Purorejo, 10 Mei 2026
Upaya pengendalian banjir melalui pembuatan sudetan (pemotongan aliran) di Sungai Glidik, Dusun Pasirejo, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, mengalami kegagalan fatal. Setelah dikerjakan selama 30 hari, bendungan tanah pembatas sudetan tersebut jebol hanya dalam waktu satu malam akibat derasnya aliran air yang datang dari hulu.
Kondisi ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah lereng Gunung Semeru, khususnya di kawasan Pronojiwo dan Kaliulinh. Volume air yang sangat besar dan deras membuat daya tampung sungai melampaui batas, sehingga menerobos sudetan yang baru saja selesai dikerjakan.
Dampak dari jebolnya sudetan ini sangat mengkhawatirkan. Aliran air yang tidak terkendali kini mengarah langsung ke Tanggul Darurat yang sebelumnya dibangun sebagai penahan banjir. Tanggul darurat ini merupakan satu paket konstruksi dengan proyek sudetan tersebut. Jika tekanan air terus dibiarkan tanpa adanya intervensi cepat, dikhawatirkan tanggul darurat ini akan jebol kembali, yang berpotensi menyebabkan banjir luas di pemukiman warga Desa Purorejo dan sekitarnya.
Menyikapi kondisi darurat ini, pihak terkait segera menarik kembali ekskavator. Yang sudah sebelumnya dilaporkan kegiatan tersebut telah selesai. Bantuan alat berat ini berasal dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Jawa Timur. sedang berupaya memperkuat kembali struktur tanggul dan mengalihkan arus air agar tidak semakin merusak infrastruktur yang ada.
Ketua RW 07 Dusun Pasirejo, Dawer menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini. "Kami sudah berupaya keras selama sebulan untuk menyelesaikan sudetan ini. Namun, kekuatan alam dari hulu Semeru ternyata jauh lebih besar. Saat ini prioritas utama adalah mengalihkan kembali aliran sungai ke sudetan agar tanggul darurat tidak runtuh total," Dan syukur syukur dibuat Tanggul Permanen ujarnya di lokasi kejadian, Jum'at (15/5/2026).
Warga sekitar kini berada dalam siaga tinggi. Mereka berharap upaya perbaikan dan penguatan tanggul dapat segera dilakukan sebelum curah hujan berikutnya meningkat. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan pentingnya mitigasi bencana yang lebih komprehensif, terutama untuk wilayah yang berada di jalur aliran sungai dari gunung berapi aktif seperti Semeru.
Pemerintah Desa Purorejo bersama Kecamatan Tempursari terus berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat Kabupaten untuk mencari solusi jangka panjang guna mengatasi masalah banjir rutin di wilayah Sungai Glidik ini.