Pembangunan Talut Jalan Permalu Desa Purorejo Dukung Keamanan dan Kelancaran Transportasi

  • Dec 04, 2025
  • IMAM MUZANI

Purorejo, 4 Desember 2025 

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memulai pembangunan talut (dinding penahan) di Jalan Permalu, Desa Purorejo kecamatan Tempursari. Proyek ini dilaksanakan oleh CV Makrus, sebagai konsultan pengawas dari CV Rekatama Trimatra dengan dukungan program peningkatan infrastruktur jalan Kabupaten.

Talut yang dibangun sepanjang 10 meter ini dirancang untuk menstabilkan tebing curam di sisi jalan, mengurangi risiko longsor, serta menambah lebar jalur kendaraan menjadi 6 meter. “Jalan Permalu sebelumnya memiliki lebar yang sempit dan berbatasan langsung dengan tebing tinggi, sehingga sering terjadi kecelakaan terutama pada musim hujan,” ujar Kepala Desa Purorejo dalam penyampaian usulan prioritas melalui musrenbangkec. 

Menurut kepala Desa Purorejo Nanang Wahyudi, talut ini tidak hanya berfungsi sebagai penahan tanah, tetapi juga sebagai upaya memperlebar jalan sehingga dua kendaraan dapat melaju beriringan dengan aman. “Dengan adanya talut, kita dapat mengurangi potensi kecelakaan akibat kendaraan yang terpaksa menghindar dari tebing. Selain itu, proyek ini membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal karena akses yang lebih baik,” tambahnya.

Proyek senilai Rp 188.202.272,- ini dibiayai sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lumajang tahun 2025. Pihak CV Rekatama Trimatra menargetkan penyelesaian pekerjaan dalam waktu 80 hari kerja, dengan estimasi selesai pada akhir Desember 2025.

Warga Desa Purorejo menyambut antusias proyek tersebut. “Kami sudah lama berharap agar jalan ini diperlebar. Bukan Talut saja tapi juga berm jalan juga butuh pelebaran Semangat kerja tim dari CV Makrus dan CV Rekatama sangat membantu mempercepat proses,” kata Imam Muzani, Sekdes Purorejo.

Setelah selesai, talut Jalan Permalu diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus transportasi, serta mendukung aktivitas pertanian dan perdagangan di wilayah sekitarnya. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur jalan di seluruh kecamatan, khususnya yang berada di daerah pegunungan yang rawan longsor.