Warga Kampung Renteng Purorejo Gelar Tradisi Barikan, Syukur dan Doa Menyambut 1 Muharram 1447 H

  • Jun 16, 2026
  • IMAM MUZANI

Purorejo, 25 Juni 2026

Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah terasa begitu kental di Desa Purorejo, khususnya di wilayah Kampung Renteng. Menjelang tanggal 1 Muharram, warga setempat menggelar tradisi "Barikan", sebuah ritual syukuran dan tolak bala yang telah turun-temurun dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT serta harapan agar desa senantiasa dijauhkan dari marabahaya.

Acara Barikan yang dipusatkan di area terbuka Kampung Renteng ini berlangsung khidmat namun tetap meriah. Ratusan warga tumpah ruah, membawa sesaji berupa nasi tumpeng dan lauk pauk, yang kemudian didoakan bersama oleh para sesepuh dan tokoh agama setempat. Setelah doa bersama selesai, makanan tersebut ditukar kepada warga yang hadir untuk saling merasakan sebagai simbol kebersamaan dan berbagi rasa. 

Salah satu sesepuh Kampung Renteng menjelaskan bahwa Barikan bukan sekadar makan-makan, melainkan momen refleksi spiritual. "Barikan ini warisan leluhur kami. Tujuannya agar hati warga bersih sebelum memasuki tahun baru Islam. Kami memohon keselamatan, panen yang berkah, dan kerukunan antarwarga yang tetap terjaga," ujarnya. Menurutnya, tradisi seperti Barikan sangat penting untuk memperkuat identitas kearifan lokal Desa Purorejo di tengah arus modernisasi.

warga Kampung Renteng masih memegang teguh tradisi leluhur. Ini adalah modal sosial yang kuat. Semoga di tahun 1447 H nanti, warganya semakin sejahtera, dan selalu dalam lindungan Allah SWT," ucap Pak Sutik.

dengan dilaksanakannya Barikan ini, transisi menuju tahun baru Islam dapat menjadi momentum perbaikan diri dan peningkatan kualitas kehidupan bermasyarakat di Kampung Renteng maupun Desa Purorejo secara keseluruhan.