Hujan Lebat Picu Longsor di Dusun Sukosari, Kandang Ayam Tergerus dan Rumah Warga Terancam

  • Apr 29, 2026
  • IMAM MUZANI

Purorejo Tempursari, 29 April 2026

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (28/4/2026) malam, mengakibatkan bencana tanah longsor di Desa Purorejo. Insiden ini menimpa lahan milik warga bernama Ibu Wakinah, yang bertempat tinggal di RT 03 RW 08, Dusun Sukosari.

Bencana tersebut terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras masih berlangsung. Massa tanah yang bergerak turun di belakang rumah berhasil menggerus habis kandang ayam milik korban. Tidak hanya itu, longsoran juga meluncur hingga ke bagian belakang rumah utama, membuat struktur bangunan tersebut nyaris ikut tergerus dan berada dalam posisi sangat membahayakan keselamatan penghuninya.

Mendapati laporan kejadian tersebut, Kepala Dusun (Kadus) Sukosari, Achmad Widyanto, segera mendatangi lokasi untuk melakukan penilaian cepat dan memberikan bantuan awal kepada Ibu Wakinah. Kedatangan Kadus disambut oleh warga sekitar yang tengah bergotong royong membersihkan material longsor sebatas kemampuan mereka.

Dalam tinjauannya di lapangan, Achmad Widyanto melihat langsung besarnya potensi bahaya yang masih mengintai. Tanah di area tersebut terlihat labil dan retakan-retakan baru mulai muncul di sekitar pondasi rumah. Dengan sigap, ia menyarankan kepada Ibu Wakinah dan keluarga untuk segera mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman guna menghindari risiko susulan.

"Demi keselamatan jiwa, saya menyarankan kepada pemilik lahan untuk lebih waspada. Kondisi tanah masih basah dan rawan bergerak lagi," ujar Achmad Widyanto di lokasi kejadian. Ia juga memberikan saran juga agar segera dilakukan pembangunan plengseng (dinding penahan tanah) yang lebih kokoh di titik longsor, karena kalau tidak segera di bangun ketika longsor rumah di bawahnya akan terkena dampak kejatuhan material rumah dari atas, itu akan lebih parah. atau mempertimbangkan untuk merelokasi bangunan rumah ke area yang lebih aman jika dirasa terlalu berisiko untuk diperbaiki di tempat semula.

"Kita tidak bisa mengambil risiko dengan nyawa. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian. Saya akan berkoordinasi dengan pihak desa dan Kencana untuk pendataan lebih lanjut agar bisa diberikan bantuan penanganan yang tepat," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dipantau ketat oleh perangkat dusun dan warga setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah di wilayah mereka